Terima kasih banyak telah berkunjung.

Selamat datang di website: www.harisprasetyo.web.id

Thursday, May 5, 2011

Access Point Buffalo Wireless N150 Router WCR-GN


 Buffalo Wireless N150 Router WCR-GN

Satu lagi produk Buffalo, Wireless N150 router WCR-GN Technology, Access Point & Bridge. Mengandalkan teknologi wireless berkecepatan tinggi serta kombinasi teknologi dari buffalo menjadikan produk ini layak digunakan sebagai solusi wireless di tempat anda. Dengan disertkannya fitur dari WDS (Wireless Distribution System) dan teknologi AOSS (AirStation One-Touch Secure System) dari buffalo anda akan menemukan kombinasi yang maksimal pada kecepatan transfer, keamanan data serta kenyamanan saat mengunakan jaringan wireless. Buffalo Wireless N150 Router WCR-GN Technology adalah pilihan terbaik untuk jaringan nirkabel anda baik di rumah maupun di kantor.
Dirancang untuk penggunaan yang tidak begitu kompleks, Buffalo Wireless N150 Router WCR-GN Technology adalah perangkat nirkabel yang mampu mengkoneksikan dengan baik jaringan komputer di rumah atau untuk menghubungkan jaringan anda ke internet. Dengan mengunakan menggunakan interface yang mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama saat mengkonfigurasikannya, pengguna jaringan dapat berselancar di internet, download lagu dan film favorite serta berbagi hal lain yang menyenangkan dengan sahabat maupun dengan keluarga.
Memanfaatkan teknologi wireless 802.11, teknologi ini sangat sempurna sebagai media sharing antar komputer yang ada di jaringan wireless.
Tidak hanya handal pada segi kenyamanan penggunaan, dukungan teknologi WDS dan AOSS juga memberikan manfaat yang sangat besar bagi penggunanya. Dengan menggunakan dua teknologi AOSS, anda diberi pilihan untuk membuat jaringan nirkabel mulai dari tingkat keamanan standard sampai dengan tingkat kemanan tinggi. Selain itu, teknologi WDS memungkinkan anda untuk memperluas cakupan jaringan nirkabel dengan menambahkan beberapa titik acces point.
Spesifikasi lengkap dari Buffalo Wireless N150 Router WCR-GN Technology :
  • Standard Compliance IEEE802.11n (up to 150Mbps), IEEE802.11g, IEEE802.11b
  • Frequency Range 2,412 – 2,462 MHz
  • Security WPA2-PSK (AES, TKIP), WPA-PSK (AES, TKIP), 128/64-bit WEP
  • Speed and Flow Control 10/100 Mbps, Auto-Sensing, Auto MDIX
  • Number of LAN Ports 4 x RJ-45
  • Speed and Flow Control 10/100 Mbps, Auto-Sensing, Auto MDIX
  • Number of WAN Ports 1 x RJ-45
  • Dimensions (WxHxD) 5.6 x 4.9 x 1 in
  • Weight 0.25 kg
  • Power Supply External AC100-120V, 50/60Hz
  • OS Support Windows® 7, Windows Vista® (32-bit), Windows® XP, Windows® 2000
Seri N-technology dari buffalo dilengkapi dengan antena yang dapat diputar 90 derajat yang dapat memperluas area cakupan sinyal. Badan dari wireless ini juga fleksibel karena bisa ditempatkan berdiri atau duduk sesuai dengan area dimana anda akan menempatkan Buffalo N150 wireless router.
 
Untuk instalasinya, hanya memerlukan beberapa langkah dan tidak begitu sulit untuk melakukannya. Hanya perlu mengikuti prosedur install yang ada di dalam CD bawaan dari paket pembeliannya. Saat anda pertama kali memasukkan CD ke dalam CD-Rom anda akan dipandu tata cara install beserta cara mengkonfigurasiBuffalo Wireless N150 Router WCR-GN Technology. Bila ada yang kurang jelas mengenai penjelasan buffalo wireless router dapat anda baca pada user manual e-book yang ada pada CD paketanya atau membaca buku manual yang disertakannya.
Untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, anda perlu update firmware Buffalo Wireless N150 Router WCR-GN Technology yang sourcenya dapat diambil pada website buffalo. Jika anda memerlukan panduan lebih lanjut, baca artikel kami selanjutnya tentang bagaimana cara update firmware buffalo N150 Router WCR-GN Technology.

Kesimpulan :
Produk ini simple, mudah digunakan untuk jaringan wireless yang cakupannya tidak begitu kompleks. Dukungan teknologi AOSS dan WDS menjadikan produk ini aman dan nyaman saat anda melakukan transfer data ke perangkat wireless lain atau ke internet.

Thursday, April 21, 2011

ROUTER

Router adalah sebuah alat jaringan komputer yang mengirimkan paket data melalui sebuah jaringan atau Internet menuju tujuannya, melalui sebuah proses yang dikenal sebagai routing. Proses routing terjadi pada lapisan 3 (Lapisan jaringan seperti Internet Protocol) dari stack protokol tujuh-lapis OSI.
Daftar isi :

1 Fungsi
2 Jenis-jenis router
3 Router versus Bridge

1. FUNGSI

Router berfungsi sebagai penghubung antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).

Analogi Router dan Switch
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch adalah switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Router juga dapat digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah layanan telekomunikasi seperti halnya telekomunikasi leased line atau Digital Subscriber Line (DSL). Router yang digunakan untuk menghubungkan LAN ke sebuah koneksi leased line seperti T1, atau T3, sering disebut sebagai access server. Sementara itu, router yang digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal ke sebuah koneksi DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

2. JENIS – JENIS ROUTER

Secara umum, router dibagi menjadi dua buah jenis, yakni:
static router (router statis): adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statis yang diset secara manual oleh para administrator jaringan.
dynamic router (router dinamis): adalah sebuah router yang memiliki dab membuat tabel routing dinamis, dengan mendengarkan lalu lintas jaringan dan juga dengan saling berhubungan dengan router lainnya.

 
3. Router versus Bridge

 
Cara kerja router mirip dengan bridge jaringan, yakni mereka dapat meneruskan paket data jaringan dan dapat juga membagi jaringan menjadi beberapa segmen atau menyatukan segmen-segmen jaringan. Akan tetapi, router berjalan pada lapisan ketiga pada model OSI (lapisan jaringan), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, seperti halnya alamat IP. Sementara itu, bridge jaringan berjalan pada lapisan kedua pada model OSI (lapisan data-link), dan menggunakan skema pengalamatan yang digunakan pada lapisan itu, yakni MAC address.

Lalu, kapan penggunaan bridge jaringan dilakukan dan kapan penggunakan router dilakukan? Bridge, sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang sama (sebagai contoh: segmen jaringan berbasis IP dengan segmen jaringan IP lainnya). Selain itu, bridge juga dapat digunakan ketika di dalam jaringan terdapat protokol-protokol yang tidak bisa melakukan routing, seperti halnya NetBEUI. Sementara itu, router sebaiknya digunakan untuk menghubungkan segmen-segmen jaringan yang menjalankan protokol jaringan yang berebeda (seperti halnya untuk menghubungkan segmen jaringan IP dengan segmen jaringan IPX.) Secara umum, router lebih cerdas dibandingkan dengan bridge jaringan dan dapat meningkatkan bandwidth jaringan, mengingat router tidak meneruskan paket broadcast ke jaringan yang dituju. Dan, penggunaan router yang paling sering dilakukan adalah ketika kita hendak menghubungkan jaringan kita ke Internet
ROUTER adalah suatu alat pada dunia komputer yang berguna untuk membelokkan data dari suatu sistem jaringan ke sistem yang lain. Logikanya sebuah sistem jaringan tidak dapat berpindah ke sistem yang lain. Exp Sis A. Menggunakan IP 192.168.1.1 dan Sis B. Menggunakan IP 192.168.2.1 Maka Kompi yang menggunakan Sis A tidak dapat melakukan komunikasi dengan Sis B tanpa Router.

Prinsip Kerja router sangat mudah yakni membelokkan data dari satu Sis ke Sis yang lain. Untuk konfigurasi Router dengan menggunakan PC ( OS WIN Xp ) sangatlah Mudah :

1.      Pastikan Kompi anda memiliki minimal 2 buah LAN Card ( Apabila anda hanya   menggunakan 2 Sis )

2.      Berikan konfigurasi jaringan sesuai Sis yang anda gunakan pada setiap LAN Card. ( Pastikan tiap lan menggunakan Sis yang berbeda )

3.      Ping atau test koneksi ke tiap Sis, dari router. pastikan Semua koneksi dalam keadaan Baik

4.      Share Lan card Anda dengan cara :

* Klik kanan pada Lan Card Kemudian pada Tab Advance Pastikan ada pilihan use  another 
       network dst.
* Setelah itu coba lakukan ping dari komputer lain ( Antar client yang berbeda Sis ), Pastikan 
       Jawaban Replay.

Hub merupakan perangkat jaringan yang bekerja di OSI layer 1, Physical Layer. Sehingga dia hanya bekerja tak lebih sebagai penyambung atau concentrator saja, dan hanya menguatkan sinyal di kabel UTP. Karena sifatnya ini, hub tak ubahnya seperti repeater dengan banyak port. Dia tidak mengenal MAC addressing/physical addressing, sehingga tidak bisa memilah data yang harus ditransmisikan, sehingga collision tidak bisa dihindari pada metode kerja si hub ini.

Switch merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 2, Data Link Layer. Meski bentuknya serupa dengan hub, kita tidak sebaiknya menyebutnya dengan istilah switch hub. Switch bukanlah hub. Switch menggunakan MAC Address untuk memilah paket data mana yang akan diteruskan ke port mana. Sekali ada perangkat yang terhubung melalui port tertentu, dia akan mencatatnya pada MAC Address table di memorynya, sehingga punya "ingatan" sederhana untuk meneruskan paket data ke port yang sesuai saja, dan tidak membabi buta layaknya hub. Collision masih mungkin terjadi, namun sudah diminimalisir.

Router merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada OSI Layer 3, Network Layer. Pada layer ini sudah dikenal pengalamatan jaringan menggunakan IP Address, dan router ini berperan penting sebagai penghubung/penerus paket data antara dua segmen jaringan atau lebih. Semisal, di suatu warnet ada 10 client yang menggunakan IP Address 192.168.1.xx kita anggap sebagai network A, sedangkan koneksi dari ISP dialokasikan IP Address 202.123.321.xxx kita anggap sebagai jaringan B, maka agar client warnet bisa terhubung ke ISP dan juga ke internet, diperlukan satu router di warnet tersebut yang memiliki setidaknya 2 port. Satu port menjadi bagian dari network A, dan satunya lagi menjadi bagian dari network B.

Wireless Network

Pengertian wireless sendiri adalah teknologi tanpa kabel, dalam hal ini adalah melakukan telekomunikasi dengan menggunakan gelombang elektromagnetik sebagai media perantara pengganti kabel. Dewasa ini teknologi wireless berkembang sanat pesat sekali, secara kasat mata dapat kita lihat dengan semakin banyaknya penggunaan telepon sellular, disamping itu berkembang juga teknologi wireless yang digunakan untuk akses internet.

Sedangkan sejarah wireless itu sendiri pertama kali muncul pada akhir tahun 1970-an. IBM mengeluarkan hasil percobaannya dalam merancang WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett-Packard (HP) untuk menguji WLAN RF. Kedua perusahaan ini hanya mencapai 100 Kbps data rate. Karena mereka tidak memenuhi standar IEEE 802-1 Mbps LAN yang bukan produk yang dipasarkan. Baru pada tahun 1985, (FCC) menetapkan pita Industrial, Scientific dan Medis (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2.400-2483,5 MHz dan 5725-5850 MHz tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN komersial memasuki tahapan serius. Kemudian tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik spektrum tersebar (SS) pada pita ISM, terlisensi frekuensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate > 1 Mbps.


Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat spesifikasi atau standar WLAN pertama adalah kode 802,11. Peralatan yang sesuai standar 802,11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4 GHz, dan kecepatan transfer data (throughput) teoritis maksimal 2Mbps.
 
Selanjutnya pada bulan Juli 1999, IEEE mengeluarkan spesifikasi baru bernama 802.11b kembali. Teori kecepatan transfer data yang dapat mencapai maksimum adalah 11 Mbps. Kecepatan transfer data yang sebanding dengan Ethernet tradisional (IEEE 802,3 10Mbps atau 10Base-T). Peralatan yang menggunakan standar 802.11b juga bekerja pada frekuensi 2,4 GHz. Salah satu kekurangan peralatan wireless yang bekerja pada frekuensi ini adalah potensi gangguan dengan cordless phone, microwave oven, atau peralatan lain yang menggunakan gelombang radio pada frekuensi yang sama. 

Hampir pada waktu yang bersamaan, spesifikasi IEEE 802.11a yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5 Ghz, dan mendukung kecepatan transfer data hingga 54Mbps teoritis maksimum. Gelombang radio yang dipancarkan oleh peralatan 802.11a relatif sulit untuk menembus dinding atau penghalang lain. Jarak untuk mencapai gelombang radio yang relatif pendek dibandingkan 802.11b. Secara teknis, 802.11b tidak kompatibel dengan 802.11a. Namun, saat ini cukup banyak pabrik hardware yang membuat peralatan yang mendukung kedua standar itu. 

Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi kode 802.11g yang bekerja pada frekuensi 2,4 GHz dengan teori kecepatan transfer data hingga 54Mbps. Peralatan 802.11g kompatibel dengan 802.11b, sehingga dapat saling komunikasi. Misal, sebuah komputer yang menggunakan jaringan kartu 802.11g dapat memanfaatkan akses point 802.11b, dan sebaliknya.

Yang terakhir tahun 2006, teknologi 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan 802.11b dan 802.11g. Teknologi yang dibawa dikenal dengan sebuah istilah MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan teknologi terbaru Wi-Fi. MIMO dibuat berdasarkan spesifikasi Pre-802.11n. The "Pre-" menyatakan "Prestandard versi 802.11n." MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan meningkatkan jumlah klien Anda tersambung. Tembus MIMO kekuasaan penghalang lebih baik dari lingkup yang lebih luas. Access Point MIMO dapat menjangkau berbagai perlatan Wi-Fi di setiap sudut kamar yang sudah ada. Secara teknis MIMO lebih unggul dibandingkan pendahulunya 802.11a/b/g. Access Point MIMO dapat mengenali gelombang radio yang dipancarkan adapter Wi-Fi 802.11a/b/g. MIMO mendukung kompatibilitas mundur dengan 802,11a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan transfer data 108Mbps.

Standart Wireless LAN

·       IEEE 802.11
* Standart asli wireless LAN
* Transfer data paling lambat, frekuensi 2.4 GHz

·       IEEE 802.11 b
* Transfer data lebih cepat, Speed 11 MB/s
* Dikenalkan sebagai Wi-FiTM oleh WECA, frekuensi 4 GHz

·       IEEE 802.11 a
* Transfer data lebih cepat lagi, Speed 54 MB/s
* Tidak kompatibel dengan lainnya, frekuensi 5 GHz

·       IEEE 802.11 g
* Transfer data sama cepat dengan IEEE 802.11 a, Speed 54 MB/s
* Kompatibel dengan IEEE 802.11 b, frekuensi 2.4 GHz

Friday, April 15, 2011

Transmisi Data


·        KONSEP DAN TERMINOLOGI TRANSMISI


Suatu Transmisi data yang terjadi diantara transmitter dan receiver melalui beberapa media transmisi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Media transmisi dapat digolongkan sebagai berikut:
1.    Media kabel disebut juga guided media, media ini mengendalikan gelombang dalam jalur fisik kepada penerima data.
Contoh : fiber optik, twisted pair, dan coaxial kabel.
2.   Media tanpakabel (wireless) disebut juga unguided media, media ini menyediakan alat untuk mentransmisikan gelombang namun tidak mengendalikannya.
Contoh : perambatan (propagation) di udara dan laut.

Sebuah transmisi memiliki metode-metode operasi dalam proses pengiriman sinyal-sinyal, yang terbagi atas tiga macam, yaitu :
1.    Simplex, data ditransmisikan hanya kesatu arah, satu station sebagai transmitter dan lainnya sebagai receiver. Contoh : siaran televisi atau siaran radio.
2.   Half duplex, data ditransmisikan kedua arah secara bergantian, waktu yang diperlukan mengganti arah transfer data. Contoh : chatting, SMS, walkie talkie.
3.    Full duplex, data dapat ditransmisikan kedua arah secara bersamaan. Contoh : telepon, hand phone.
 
·        FREKUENSI, SPEKTRUM, DAN BANDWIDTH

  • Konsep Time Domain

Bila dipandang dalam fungsi waktu, sebuah sinyal elektromagnetik dapat berupa :
  1. Sinyal kontinu adalah sinyal dimana intensitasnya berubah-ubah dalam bentuk halus sepanjang waktu, tidak ada sinyal yang terputus. Sinyal ini menggambarkan percakapan .
  2. Sinyal diskrete adalah sinyal dimana intensitasnya mempertahankan level yang konstan selama beberapa periode waktu kemudian berubah ke level konstan yang lain. Sinyal ini menggambarkan biner 1 dan 0.
  3. Sinyal periodik adalah sinyal yang berulang dalam interval waktu tertentu sehingga memiliki pola pengulangan.
  4. Sinyal aperiodik adalah sinyal yang tidak memperlihatkan pola pengulangan setiap waktu dan terlihat random.
Sinyal Kontinu dan Diskrete
  
Sinyal Periodik

Gelombang sinus adalah sinyal periodek yang fundamental, dapat digambarkan oleh tiga parameter, yaitu :
a.    Amplitudo puncak (A) adalah nilai tertinggi atau kekuatan sinyal setiap waktu. Biasanya diukur dalam volts.
b.   Frekuensi (f) adalah rate (dalam putaran per detik, atau Hertz [Hz]) di mana sinyal berulang-ulang.
c.    Fase (ø) adalah ukuran posisi relative dalam satu waktu di dalam satu periode sinyal.

Gelombang sinus dapat dirumuskan sebagai berikut.
s (t) = A sin (2πft + ø)
Gelombang Sinus

  • Konsep Frequency-Domain

Sebuah sinyal elektromagnetik dibentuk  dari  komponen berbagai frekuensi, masing-masing komponen itu disebut  sinusoid. Setiap sinyal mempunyai suatu fungsi frekuansi domain S(f) yang menentukan amplitude puncak  dari frekuensi sinyal yang konsisten.


 
 Representasi Domain Frekuansi
  • Spektrum dan Bandwidth

a.       Spektrum adalah jarak atau rentang frekuensi yang mengandung sinyal.
b.      Bandwidth mutlak adalah lebar spektrum.
c.       Bandwidth efektif adalah lebar spektrum dimana semakin sempit frekuensi semakin banyak energinya.
d.      DC component adalah komponen konstan dimana jika sebuah sinyal mencakup sebuah komponen zero (0) yang merupakan suatu direct current (dc).
    
Hubungan antara Date Rate dan Bandwitch

Keterkaitan langsung antara data rate dengan bandwidth adalah semakin tinggi data rate sebuah sinyal,semakin besar pula bandwidth efektif-nya. Dipandang dengan cara lain, semakin besar bandwidth sebuah sistem transmisi, maka akan semakin tinggi data rate yang bisa ditransmisikan melalui system tersebut.

·        TRANSMISI DATA DIGITAL DAN ANALOG

  • Data

Data adalah entiti yang menyampaikan suatu arti atau informasi. Data dapat berupa data analog dan data digital.
1.      Data analog,  menerima nilai-nilai secara terus-menerus dan kontinu dalam beberapa interval. Contoh : audio dan video.
2.      Data digital, menerima nilai-nilai yang berlainan. Contoh : teks atau karakter-karakter dan bilangan bulat.
                   
  • Sinyal

Sinyal adalah tampilan data secara elektrik atau elektromagnetik. Sedangkan pensinyalan adalah penyebaran sinyal secara fisik melalui suatu media yang sesuai. Sinyal dapat berupa sinyal analog dan sinyal digital.
1.    Sinyal analog merupakan keanekaragaman gelombang elektromagnetik yang berlangsung terus-menerus yang dapat disebarkan lewat berbagai macam media, tergantung pada spektrumnya. Contoh : suara, musik.
2.   Sinyal digital adalah suatu rangkaian voltase pulsa yang bisa ditransmisikan melalui sebuah media kabel; sebagai contoh; suatu level pulsa positif konstan ditunjukkan sebagai biner 1 sedangkan level voltase negatif  konstan dengan biner 0. Contoh : data yang tersimpan dalam CD atau memori komputer.

  • Data dan Sinyal

Sinyal-sinyal analog dapat dipergunakan untuk menampilkan data analog, dan sinyal-sinyal digital untuk menampilkan data digital. Data analog merupakan suatu fungsi waktu dan menempatkan spektrum frekuensi terbatas; data semacam itu dapat ditampilkan melalui sinyal elektromagnetik yang menempati spektrum yang sama. Sedangkan data digital dibawa melalui sinyal digital, dengan level voltase yang berlainan untuk setiap dua digit biner.

Data digital dapat dibawa melalui sinyal-sinyal analog, contohnya pada modem (modulator-demodulator). Begitu pula data analog dapat dihasilkan melalui data digital, seperti pada codec (coder-decoder).

  • Transmisi

Transmisi adalah komunikasi data melalui penyebaran dan pemrosesan sinyal-sinyal. 
Pensinyalan Analog dan Digital
  
Transmisi analog merupakan suatu upaya untuk mentransmisikan sinyal-sinyal analog tanpa memperhatikan isinya. Sinyal dapat menampilkan data analog (misalnya suara) atau data digital (misalnya data biner yang melintasi sebuah modem).

Transmisi digital merupakan upaya pentransmisian yang berhubungan dengan muatan dari sinyal, dapat ditransmisikan pada jarak tertentu sebelum atenuasi, derau, dan gangguan yang lain membahayakan intergritas data. Agar dapat mencapai jarak yang cukup besar, dipergunakan repeater. Sebuah repeater menerima digital sinyal, memperoleh kembali pola 1 dan 0, dan kembali mentrasmisikan sinyal yang baru kemudian barulah atuensi diatasi.

Kelebihan transmisi digital serta teknik-teknik pensinyalan digital adalah sebagai berikut.
1.    Teknologi Digital
     Teknologi LSI/VLSI menyebabkan penurunan biaya dan ukuran digital circuitry.
2.   Integritas Data
     Lebih jauh jangkauannya walaupun pada kualitas rendah.
1.      Penggunaan Kapasitas
     Bandwidth tinggi yang ekonomis serta tingkat multiplexing yang tinggi.
2.      Security (Pengamanan) dan Privacy (Kerahasian)
     Teknik Encryption dapat diterapkan dengan mudah.
3.      Integrasi
     Dapat mengolah data analog dan digital dengan cara yang sama.

·        GANGGUAN TRANSMISI

Dalam sistem komunikasi, sinyal yang diterima kemungkinan berbeda dengan sinyal yang ditransmisikan karena adanya berbagai gangguan transmisi. Bagi sinyal analog, gangguan ini dapat menurunkan kualitas sinyal. Sedangkan bagi sinyal digital, akan muncul bit error: biner 1 diubah menjadi biner 0 dan seterusnya.
Gangguan yang paling signifikan adalah sebagai berikut.


  • Atenuasi dan Distorsi Atenuasi

Atenuasi adalah penurunan dalam hal kekuatan sinyal, seringkali terjadi  bila jaraknya terlalu jauh melalui media transmisi. Untuk guided media, atenuasi adalah fungsi yang lebih kompleks dari jarak dan pada umumnya mengikuti fungsi logarithm. Sehingga biasanya dinyatakan sebagai jumlah desibel konstan per unit jarak.
Atenuasi membawakan tiga pertimbangan untuk membangun transmisi :
a.    Sinyal yang diterima harus cukup kuat sehingga arus elektronik pada receiver bisa mendeteksi sinyal
b.   Sinyal harus mempertahankan level yang lebih tinggi dibanding derau yang diterima tanpa error
c.    Atenuasi merupakan fungsi frekuensi yang meningkat
Masalah pertama dan kedua dapat diatasi dengan menggunakan sinyal dengan kekuatan yang mencukupi dan amplifier-amplifier atau repeater-repeater. Masalah ketiga, digunakan teknik untuk meratakan attenuation melalui suatu band frekuensi dan amplifier yang memperkuat frekuensi tinggi daripada frekuesi rendah.

·         Distorsi Tunda (Distorsi Delay)

Distorsi tunda merupakan sebuah fenomena yang terjadi akibat kecepatan penyebaran sinyal yang melalui medium guided berbeda dengan frekuensi sehingga tiba pada penerima dengan waktu yang berbeda.

Efek ini merupakan hal yang kritis bagi data digital yang dibentuk dari sinyal-sinyal dengan frekuensi-frekuensi yang berbeda –beda, karena beberapa komponen sinyal dari satu posisi bit akan meluap (spill over) ke posisi bit yang lain sehingga menyebabkan intersymbol interference.
         
  • Derau

Derau adalah sinyal-sinyal yang tidak diharapkan dalam peristiwa pentransmisian data. Derau terjadi akibat modifikasi oleh berbagai distorsi, plus sinyal-sinyal tambahan yang tidak diinginkan yang diselipkan di suatu tempat di antara transmisi dan penerimaan.

Derau dibagi menjadi empat kategori :
a.    Derau Suhu adalah suatu gejolak thermal electron yang muncul di semua perangkat elektronik dan media transmisi, serta merupakan fungsi temperatur.
b.   Derau Intermodulasi adalah penggabungan sinyal-sinyal dari frekuensi yang berlainan namun menggunakan media transmisi yang sama.
c.    Crosstalk adalah signal dari sebuah hubungan didengar oleh pihak lain.
d.    Derau  Impuls adalah gangguan pada pulsa-pulsa yang tidak beraturan, terputusnya bunyi pada durasi pendek, serta amplitudo yang relatif tinggi.

  • Kapasitas Channel
         
Kapasitas Channel adalah rate maksimum pada data yang dapat  ditransmisikan melalui suatu jalur komunikasi tertentu atau chanel dan pada kondisi tertentu.

Terdapat empat konsep, yaitu :
a.    Data Rate, merupakan rate dalam bit per detik (bps), pada data yang dikomunikasikan.
b.   Bandwidth, merupakan bandwidth dari sinyal yang ditransmisikan saat dipaksa melalui transmitter dan bersifat media transmisi, dinyatakan dalam siklus perdetik atau hertz.
c.    Derau, merupakan level rata-rata derau  sepanjang jalur komunikasi.
d.    Error rate, merupakan rate dimana error terjadi, dimana suatu error diterima saat dipaksa 1 saat 0 ditransmisikan atau penerimaan sebesar 0 saat 1 ditransmisikan.